Putin Menang Telak Dalam Pilpres Rusia 2024 Tanpa ada Persaingan yang Serius

Pemilihan presiden Rusia dimenangkan oleh Vladimir Putin untuk kelima kalinya, mengamankan posisinya sebagai pemimpin negara hingga setidaknya tahun 2030. Putin menerima 87% dari total suara yang diberikan. Rekor pemilu Putin sebelumnya sebesar 76,7 persen terlampaui dengan hasil ini. Namun karena Kremlin mengendalikan lembaga-lembaga politik, media, dan pemilu Rusia dengan begitu ketat, Putin tidak memiliki lawan yang serius.

Dengan hasil tersebut, Putin akan memulai masa jabatan enam tahun baru yang akan membuatnya menyalip Josef Stalin dan menjadi pemimpin terlama di Rusia selama lebih dari 200 tahun jika ia menyelesaikan masa jabatannya.

Adapun alasan-alasan mengapa Putin dapat memenangkan Pilpres Rusia 2024 dengan telak meskipun setelah isu invasi Ukraina secara terbuka serta sanksi-sanksi yang telah diberikan pada Negara Barat.

Jurnalis Rusia Andrei Soldatov, menjelaskan bahwa Putin tahu bagaimana mekanisme politik di Rusia, sehingga Putin mampu untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya.

Pada pemilihan presiden Rusia tahun 2024, hanya tiga kandidat lain yang masuk dalam surat suara. Mereka semua adalah saingan yang tidak berarti bagi Putin. Masing-masing dari ketiganya secara terbuka mendukung Putin dan konflik di Ukraina.

Jika Putin merasa ada ancaman dari orang-orang tersebut, maka mereka akan dibunuh atau setidaknya diisolasi dari masyarakat Rusia. Kremlin membantah keterlibatan apa pun dalam hal ini.

Saingan paling kuat Putin, Alexei Navalny yang berusia 47 tahun, meninggal di penjara Rusia di wilayah Arktik satu bulan sebelum pemungutan suara dimulai. Saat itu, Navalny dipenjara cukup lama karena tuduhan ekstremisme, penipuan, dan penghinaan terhadap pengadilan.

“Putin sangat abai terhadap sikap oposisinya. Tanggapan dirinya ketika seseorang yang mempunyai peran penting dalam politik adalah bahwa mereka ‘tidak signifikan’ dan kepada para pendukungnya dia berkata ‘buat apa saya membunuh mereka?’ Kremlin sangat mahir dalam menyedakan alasan-alasan ini,” ucap Soldatov, dikutip dari Kompas Hari Rabu (20/03/2024).

Putin juga bertujuan untuk menekan perselisihan sosial secara individual. Setelah invasi ke Ukraina pada tahun 2022, Kremlin memberlakukan undang-undang sensor baru yang bertujuan untuk menekan perbedaan pendapat anti-pemerintah. Undang-undang baru ini menjatuhkan hukuman lima tahun penjara karena “mendiskreditkan militer Rusia.”

Putin berjanji akan melakukan invasi ke Ukraina dalam konferensi pers yang diadakan setelah pemilu. Kita sudah mendekati tahun ketiga perang Ukraina. Banyak pihak di Rusia yang awalnya mengantisipasi bahwa Rusia akan memenangkan Perang Ukraina dengan mudah dan cepat.

Banyak pakar politik Rusia yang menjelaskan bahwa Putin menggunakan perang ini untuk keuntungannya, serta untuk memenangkan pemilu. Putin mengeluarkan peringatan kepada Barat untuk tidak mengirim tentara ke Ukraina dalam pidato tahunannya pada tanggal 29 Februari.

Selain itu, ia menyatakan bahwa sejak Swedia dan Finlandia bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Rusia perlu memperkuat pertahanannya.

Banyak ahli yang terkejut melihat perekonomian Rusia masih berkembang pada tingkat tercepat di Eropa meskipun terdapat fakta bahwa sanksi terhadap negara tersebut lebih berat dibandingkan sebelumnya setelah invasi ke Ukraina.

Menurut perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF), PDB Rusia tumbuh sebesar 2,6 persen dibandingkan dengan kontraksi seperti yang diperkirakan banyak orang. Meski menghadapi sanksi dari Barat, termasuk pembekuan aset senilai $300 miliar AS (sekitar Rp 4.714,8 triliun), Rusia berhasil mencapai jumlah tersebut.

Namun demikian, tidak semua negara di dunia menerapkan kebijakan ini sendiri. Hasilnya, Rusia dapat melakukan bisnis secara bebas dengan negara-negara seperti Tiongkok, India, dan Brasil, dan dibantu dalam menghindari sanksi Barat dari negara tetangganya, Kazakhstan dan Armenia.

Dengan meningkatnya ekonomi di Rusia meskipun ada sanksi yang diberikan oleh Barat, inilah salah satu alasan mengapa Putin terpilih lagi menjadi Presiden Rusia pada Pilpres Rusia 2024.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts